BENTUK- BENTUK KEPEMILIKAN

Bentuk- bentuk kepemilikan

 

Wirausahawan harus trampil dalam strategi dan perencanaan, agar bisnis bisa langgeng. Wirausahawan harus juga menguasai semua peraturan dan ketentuan dalam dunia usaha. Sebelum menjalankan usaha, wirausahawan haruslah memilih bentuk hukum yang paling sesuai dengan kebutuhan- kebutuhan bisnisnya. Rencana wirausahawan haruslah mempertimbangkan berbagai ketentuan hukum yang berbeda satu sama lain, yang mengatur jalannya bisnis. Untukk memilih bentuk hukum dari bisnis, pertama- tama haruslah mengetahui alternatif yang ada.

Terdapat tiga bentuk dasar dari organisasi perusahaan: kepemilikan tunggal, kongsi, dan perseroan. Masing- masing memiliki keuntungan dan kerugian sendiri. Jenis organisasi bisnis yang dippilih wirausahawan akan menentukan pola hubungan wirausahawan dengan berbagai badan pemerintah.

 

Pemilikan Tunggal

Pemilikan tunggal (firma) merupakan organisasi bisnis kecil yang paling umum. Perusahaan dimiliki dan dijalankan oleh satu orang. Menjadi seorang pemilik tunggal, wirausahawan hanya memerlukan ijin dan mendaftar, untuk bisa memulai usaha.

Keuntungan – keuntungan dari pemillikan tunggal antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Organisasi informal sudah cukup, dan kewajiban- kewajiban hukum yang harusdipenuhi hanya sedikit, dan biasanya tidak semahal seperti membentuk sebuah kongsi atau PT.
  2. Pemilik tidak perlu membagi laba dengan siapapun.
  3. Tidak peerlu berkonsultasi dengan sesama pemillik atau rekanan (kecuali mungkin istri)

Sehingga seorang pemilik tunggal mempunyai kekuasaan membuat keputusan dan pengendalian sepenuhnya.

  1. Pemilik dapat menanggapi kebutuhan – kebutuhan bisnis dengan cepat dalam bentuk keputusan manajemen sehari- hari.
  2. Pemilikan tunggal biasanya bebas dari pengawasan pemerintah dan perpajakkan khusus.

 

Kerugian- kerugian yang diakibatkan dari pemilikan tunggal adalah sebagai berikut:

  1. Pemilik tunggal mempunyai kewajiban tidak terbatas dan bertanggung jawab atas seluruh hutang perusahaan. Hal ini dapat melebihi investasi total wirausahawan dalam bisnis itu. Hutang- hutangnya meliputi seluruh hartanya, termasuk rumahnya dan barang- barang milik wirausahawan tersebut.
  2. Mungkin modal yang tersedia jauh lebih kecil dibandingkan organisasi bisnis lainnya.
  3. Pemilik tunggal boleh jadi sukar mendapatkan pembiayaan jangka panjang. Perusahaan sangat tergantung pada keterampilan wirausahawan. Sebagai akibatnyaperusahaan sangat tidak stabil, karena sakit atau kematian wirausahawan akan sangat merugikan operasi normal perusahaan.

Seorang wirausahawan mungkin mulai sebagai pemilik tunggal  dan kalau berhasil mengembangkan bisnis menjadi kongsi atau perseroan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s